Senin, 01 Juli 2013

Psikologi Pendidikan


A. Definisi Psikologi 
Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harfiah psikologi diartikan sebagai ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit  dilihat wujudnya,  meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. 
Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis. Beberapa ahli mempelajari jiwa atau psikis dan gejala-gejala yang diakibatkan oleh keberadaan psikis tersebut.  Dimyati Mahmud (1989) menjelaskan bahwa manusia menghayati kehidupan kejiwaan berupa kegiatan berfikir, berfantasi, mengingat, sugestif, sedih dan senang, berkemauan dan sebagainya. Yang termasuk  dalam gejala kejiwaan adalah gejala pengenalan (kognisi), gejala perasaan (emosi), gejala kehendak (konasi), dan gejala campuran (kombinasi). 
Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990) dinyatakan bahwa Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat  dilihat secara langsung.
Dakir (1993) menyatakan bahwa psikologi membahas tingkah laku manusia dalam  hubungannya dengan lingkungannya. Muhibbin Syah (2001) menyimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu  pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah  laku  tertutup  meliputi  berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya. 
Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang  mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan  lingkungannya.  Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari. Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan  dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi  oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang dipelajari psikologi, maka dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang, yaitu :  
  1. Psikologi Perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku yang terdapat pada tiap-tiap tahap  perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya. 
  2. Psikologi Pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi pendidikan. 
  3. Psikologi Sosial, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya. 
  4. Psikologi Industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri dan organisasi. 
  5. Psikologi Klinis, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya. 


B. Definisi Pendidikan 
Pendidikan berasal dari kata didik, mendidik berarti memelihara dan membentuk latihan. Dalam kamus  besar Bahasa Indonesia (1991) Pendidikan diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku  seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Poerbakawatja dan Harahap dalam Muhibbin Syah (2001) menyatakan bahwa pendidikan  merupakan usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk meningkatkan kedewasaan yang selalu diartikan sebagai kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. 
Dari definisi-definisi tersebut diatas dapat penulis simpulkan bahwa pendidikan adalah suatu usaha yang  dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun  kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. 

C. Definisi Psikologi Pendidikan 
Whiterington (1978) mendefinisikan psikologi pendidikan sebagai studi sistematis tentang proses-proses dan  faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Sumadi Suryabrata (1984) mendefinisikan  psikologi pendidikan sebagai pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam situasi pendidikan. Elliot  dkk (1999) menyatakan bahwa psikologi pendidikan merupakan penerapan teori-teori psikologi untuk  mempelajari perkembangan, belajar, motivasi, pengajaran dan permasalahan yang muncul dalam dunia pendidikan. 
Dari berbagai definisi tersebut di atas penulis menyimpulkan bahwa psikologi pendidikan ialah ilmu yang mempelajari penerapan teori-teori psikologi dalam bidang pendidikan. Dalam psikologi pendidikan dibahas  berbagai tingkah laku yang muncul dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. 

D. Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan  
Pada dasarnya psikologi pendidikan mempelajari seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan. Manusia yang terlibat dalam proses pendidikan ini ialah guru dan siswa, maka objek yang  dibahas dalam psikologi pendidikan adalah tingkah laku siswa yang berkaitan dengan proses belajar dan  tingkah laku guru yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Sehingga  objek  utama  yang  dibahas  dalam psikologi pendidikan adalah masalah belajar dan pembelajaran. 
Pendidikan pada hakekatnya adalah suatu pelayanan yang diperuntukkan pada siswa, oleh karena itu dalam psikologi pendidikan juga dibahas aspek-aspek psikis atau gejala kejiwaan yang terdapat pada siswa  terutama ketika terlibat dalam proses belajar. 
Psikologi Pendidikan sebagai ilmu memberikan sumbangan terhadap pendidikan secara teoritis maupun  praktis, adapun sumbangan psikologi pendidikan adalah sebagai berikut : 
  1. Tiap tingkat perkembangan berbeda karakteristiknya. Setiap tingkat perkembangan memiliki  karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda-beda satu sama lain. Apabila seorang guru sudah  memahami bahwa pada setiap tingkat perkembangan karakteristik anak itu berbeda, maka guru  dalam menyelesaikan tugas mendidik dan mengajar akan menyesuaikan diri terhadap karakteristik anak didiknya. Dengan demikian pelajaran oleh guru kepada para siswa akan berbeda di tiap-tiap tingkat perkembangan anak.
  2. Psikologi pendidikan memberikan sumbangan berupa pemahaman secara alami aktivitas belajar di ruang kelas. Psikologi pendidikan memberikan bekal kepada guru mengenai proses pembelajaran secara umum di ruang kelas dan mengembangkan teori yang lebih luas lagi diruang kelas.  
  3. Keberhasilan guru didalam kelas disebabkan karena guru itu memahami atau mengerti betul tentang  karakteristik anak didiknya. Anak didik bukan benda tetapi merupakan objek yang memiliki pikiran, perasaan dan kemauan. Oleh karena itu dalam kegiatan pembelajaran siswa dipandang sebagai  subjek bukan sebagai objek. Dengan demikian pengetahuan tentang kondisi siswa didalam kelas mutlak harus dipahami oleh seorang guru. 
  4. Psikologi pendidikan memberikan pemahaman mengenai perbedaan individual. Didunia ini tidak ada  dua atau lebih individu yang sama. Demikian pula guru dalam tugasnya akan menghadapi para siswa  didalam kelas dengan berbagai variasi. Dengan demikian guru hendaknya memberikan pelayanan yang berbeda kepada peserta didik sesuai dengan karakteristiknya.  
  5. Psikologi pendidikan juga memberikan pemahaman tentang metode-metode mengajar yang efektif. Psikologi pendidikan memberikan pengetahuan tentang cara mengajar yang tepat, dan  mengembangkan pola mengajar dengan strategi-strategi baru. Dengan demikian seorang guru yang  telah memahami pengetahuan psikologi pendidikan akan memahami metode-metode mana yang paling efektif dalam pelaksanaan tugas sebagai pendidik dan pengajar.  
  6. Psikologi pendidikan memberikan sumbangan kepada guru sehingga mampu memahami problem  anak didik dan memahami sebab-sebab timbuInya problem. Masalah, sesungguhnya berbeda-beda  dalam pengatasannya tergantung kepada tingkat umur, latar belakang sosial ekonomi dan budaya. Pada akhirnya dengan memahami problem anak didik ini guru dapat membantu anak mengatasi problemnya.  
  7. Dengan pengetahuan tentang kesehatan mental dalam psikologi pendidikan, guru akan dapat  memahami beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya mental tidak sehat sehingga pada  akhirnya guru dapat membantu memecahkan masalah yang dialami oleh para siswanya dan  mampu  mempersiapkan para siswanya sehingga memiliki mental yang sehat. 
  8. Penyusunan kurikulum hendaknya menggunakan prinsip-prinsip psikologi. Prinsip ini menyatakan bahwa tiap-tiap tingkat umur berbeda tingkat perkembangannya. Pada setiap tingkat perkembangan,  materi yang harus diberikan akan berbeda begitu pula teknik pengajarannya.. 
  9. Pengukuran tentang hasil belajar. Dengan pengetahuan tentang psikologi pendidikan maka guru  mampu mendalami hasil belajar siswa, metode proses pembelajaran maupun performance para siswanya. 
  10. Riset. Psikologi pendidikan menolong di dalam pengembangan alat-alat pengukur berbagai variabel  yang besar pengaruhnya terhadap perilaku siswa-siswa. Guru dapat mengontrol secara langsung dan  meramalkan tingkah laku para siswanya berdasarkan hasil riset tersebut. 
  11. Bimbingan untuk anak-anak luar biasa. Psikologi pendidikan memberikan sumbangan terhadap cara  memberikan layanan kepada anak-anak luar biasa baik diatas normal maupun dibawah normal.  Pengetahuan psikologi pendidikan sangat diperlukan untuk memberikan layanan kepada anak-anak yang genius maupun anak di bawah normal. 
  12. Pemahaman tentang dinamika kelompok. Dalam psikologi pendidikan dikembangkan pula  pengetahuan tentang dinamika kelompok. Seorang guru harus mampu memahami dinamika kelompok  siswa didalam kelas beserta kegiatannya secara total karena hal tersebut memiliki pengaruh yang  besar terhadap keberhasilan proses belajar dan pembelajaran. 
Disamping sumbangan-sumbangan tersebut di atas, psikologi pendidikan memberikan sumbangan terhadap praktik pendidikan antara lain:
  • Problem Disiplin => Guru tradisional dalam memecahkan problem disiplin menggunakan hukuman  badan. Orang sudah tahu bahwa hukuman badan adalah tidak berperikemanusiaan dan akan menimbulkan reaksi keras dari orang tua siswa. Dengan pengetahuan psikologi pendidikan sebenarnya ada banyak cara dalam memecahkan masalah disiplin siswa, tidak harus dengan hukuman badan.  Pendekatan yang manusiawi memberikan siswa yang bermasalah kesempatan untuk berdialog dengan guru.  
  • Menggunakan audio visual sebagai alat untuk mencapai tujuan. => Dulu guru tidak pernah  menggunakan alat audio visual dalam proses pembelajaran. Psikologi pendidikan mengembangkan alat berupa audio visual dalam proses belajar mengajar sehingga mempermudah proses pembelajaran. 
  • Jadwal pelajaran. => Untuk menyusun jadwal pelajaran diperlukan pengetahuan psikologi pendidikan. Tingkat kesukaran mata pelajaran berbeda-beda untuk setiap mata pelajaran. Agar seluruh materi  pelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa, perlu penyusunan jadwal pelajaran dengan  mempertimbangkan tingkat kesukarannya baik urutannya maupun waktunya. Misalnya mata pelajaran matematika ditempatkan pada jam pertama agar dapat diterima dengan baik oleh siswa, sedangkan  mata pelajaran seni ditempatkan pada jam terakhir untuk meningkatkan gairah belajar siswa yang  sudah lelah oleh berbagai materi pelajaran yang berat sebelumnya. 
  • Administrasi sekolah dan kelas => Petugas administrasi dan guru harus bekerjasama dengan baik  sehingga masalah-masalah administrasi dapat diatasi dengan penuh keterbukaan melalui diskusi antara guru dengan petugas administrasi di sekolah 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar